Wednesday, January 2, 2008

TRANS FATTY ACID (TRANS FAT)

Definisi: Trans fatty acid atau yang lebih dikenal sebagai trans fat adalah substansi lemak yang tidak sehat yang dibuat melalui proses kimia hidrogenasi minyak (dimana lemak cair dibuat menjadi lemak padat melalui penambahan atom hydrogen). Trans fat merupakan jenis lemak tak jenuh (dapat berupa monounsaturated atau polyunsaturated). Jenis lemak ini biasanya ditambahkan ke dalam bahan makanan untuk meningkatkan daya simpan bahan. Contoh bahan makanan yang mengandung trans fat adalah snack, gorengan, margarine, dan minyak-minyak sayur tertentu. Kata trans berasal dari bahasa latin yang artinya “berlawanan”.

Dampak negatif trans fat bagi kesehatan:
Cara kerja trans fat sama dengan cara kerja lemak jenuh yakni meningkatkan kolesterol jahat (low-density lipoprotein-LDL) dimana kolesterol ini dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung koroner (coronary heart disease-CHD).


Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana cara kita mengurangi jumlah trans fat dalam bahan makanan yang kita makan? Ada beberapa cara yang dapat ditempuh antara lain:

1) perhatikan label yang tertera pada bahan makanan yang kita beli. Biasanya tertulis “free trans fat” atau 0% trans fat;

2) dengan mengkonsumsi kacang-kacangan dan jenis lemak monounsaturated atau lemak polyunsaturated. Jenis-jenis lemak ini banyak terdapat pada minyak nabati seperti minyak olive, minyak canola dan minyak jagung.


Links untuk informasi lebih lanjut:

US Food and Drug administration (http://www.cfsan.fda.gov/~dms/qatrans2.html).

Saturday, December 29, 2007

Serat makanan and fungsinya bagi kesehatan manusia


Penulis: Catootjie Nalle (Staf Pengajar pada Politeknik Pertanian Negeri Kupang yang sedang melanjutkan program doctoral (S3) pada Institute of Food, Nutrition and Human Health, Massey University-Palmerston North-New Zealand)


Kesadaran manusia awam untuk mengkonsumsi makanan berserat tinggi semakin meningkat, namun pengetahuan yang mendalam tentang serat makanan itu sendiri, fungsi serta mekanisme kerja serat bagi kesehatan tubuh masih sangat kurang. Pertanyaannya sekarang adalah apa sebenarnya serat makanan itu? Dari mana saja sumber serat itu diperoleh? Seberapa besar serat itu dibutuhkan setiap hari bagi anak-anak dan orang dewasa dan apa manfaatnya bagi kesehatan tubuh? Bagaimana mekanisme kerja serat dalam melindungi tubuh terhadap berbagai gangguan pencernaan dan penyakit? Bagaimana cara meningkatkan konsumsi makanan berserat? Semua pertanyaan ini akan dibahas secara mendalam pada artikel ini.


Definisi. Trowell (1974), salah satu pakar nutrisi makanan manusia, mendefinisikan serat makanan sebagai substansi tanaman yang tidak tercerna oleh enzim pencernaan manusia, termasuk di dalamnya sellulosa, hemisellulosa, pectin dan lignin serta polisakarida intrasellular seperti gum dan musilase. Kemudian di tahun 1977, Southgate mengeluarkan sebuah definisi kimia yang baru tentang serat bahwa serat makanan (dietary fibre) merupakan gabungan dari lignin dan polisakarida bukan pati (Non starch polysaccharides, NSP) yang tidak terhidrolisa oleh sekresi endogen pada saluran pencernaan manusia. Menurutnya, definisi ini merupakan sebuah definisi fisiologi dan filosofi, dan ia merasa bahwa sangat penting untuk menghasilkan sebuah definisi yang dapat diterjemahkan ke dalam suatu istilah analisa murni.

Secara umum, serat makanan tersusun dari komponen yang dapat larut (soluble dietary fibre, SDF) dan komponen yang tidak dapat larut (insoluble dietary fibre, IDF)). Serat makanan yang tidak dapat larut (IDF) merupakan komponen terbesar (sekitar 70%) penyusun serat makanan dan sisanya (sekitar 30%) adalah komponen yang serat makanan yang dapat larut (SDF). Komponen serat yang dapat larut antara lain pectin, musilase, ß-glucan, galaktomannan gum dan hemisellulosa (larut dalam alkali). Komponen ini menghasilkan viskositas (kekentalan), bulky dan lubrikasi di dalam perut dan usus halus. Serat makanan yang dapat larut ini merupakan serat yang paling lembut dan kental.Sedangkan komponen serat yang tidak dapat larut misalnya sellulosa, hemisellulosa (tidak larut dalam air dingin, air panas dan asam), chitin dan lignin. Komponen IDF ini menyebabkan terbentuknya struktur seperti sponge dan komponen ini melewati tubuh tanpa termodifikasi. Kedua komponen serat ini memiliki fungsi yang berbeda.


Sumber serat makanan. Komponen serat makanan yang dapat larut (SDF) banyak terdapat pada buah-buahan, sayur-sayuran, dan beberepa sereal dan biji-bijian legume (seperti gandum, oat, lentil, peas, kacang kedelai dan produk kacang kedelai). Buah-buahan, kacang-kacangan dan sereal ini lebih banyak mengandung pectin. Perlakuan terhadap makanan seperti memasak dapat menurunkan kadar serat makanan karena pemanasan dapat menghancurkan beberapa jenis serat makanan. Kulit buah dan sayuran banyak mengandung serat sehingga pengupasan kulit buah dan sayuran perlu dihindari. Peran utama SDF adalah untuk menurunkan level kolesterol darah dan juga membantu mencegah konstipasi. Sedangkan serat makanan yang tidak dapat larut (IDF) banyak kulit buah-buah, kacang-kacangan, biji-bijian dan sayuran tertentu seperti bunga kol, dedak gandum, dedak jagung, dan dedak beras. Salah satu peran penting IDF adalah untuk meningkatkan kepadatan feses, mencegah konstipasi dan masalah-masalah yang berkaitan dengan hemoroid.

Kebanyakan organisasi-organisasi kesehatan dunia menyarankan bahwa untuk mempertahankan kesehatan, orang dewasa harus mengkonsumsi serat makanan sebanyak 20 sampai 35 gram per hari. Sedangkan untuk anak-anak di bawah umur 10 tahun sekitar 5 sampai 10 gram serat per hari, dan anak-anak yang berumur 10 tahun haruslah mengkonsumsi serat sebanyak 15 sampai 20 gram per hari. Mengkonsumsi 30 sampai 40 gram serat per hari dapat mengurangi peluang terjadinya penyakit kolorektum seperti diverticulitis dan kanker. Mengkonsumsi jumlah serat yang terlalu tinggi (> 40 gram perhari) sangat tidak disarankan karena akan menurunkan penurunan penyerapan mineral-mineral penting seperti zat besi, zinc dan kalsium. Hal ini terjadi karena serat akan mengikat mineral-mineral ini dan akan dikeluarkan bersama-sama di dalam feses. Peningkatan jumlah konsumsi serat yang terlalu cepat dapat menyebabkan gangguan kesehatan minor seperti kembung perut, kram usus atau perut, dan dapat meningkatkan gas usus. Peningkatan konsumsi serat secara perlahan-lahan sangat disarankan agar saluran pencernaan mampu untuk beradaptasi.

Manfaat serat makanan. Sejumlah ahli nutrisi telah melaporkan bahwa serat berperan penting bagi kesehatan dan fungsi saluran pencernaan manusia, serta mencegah dan mengobati berbagai penyakit. Kekurangan serat dapat menyebabkan berbagai gangguan penyakit seperti jantung koroner (penyempitan arteri akibat penumpukan lemak), hemorrhoid (wasir), kanker rectum (usus besar), diabetes, obesitas (kelebihan berat badan), dan stroke (Ischemic: stroke yang disebabkan adanya penyumbatan di pembuluh darah akibat timbunan lemak di pembuluh darah sehingga pembuluh darah menjadi sempit dan darah tidak dapat mengalir lancar ke otak. Sekitar 83% pasien mengalami stroke jenis ini. Hemorrhagic: stroke yang diakibatkan pembuluh darah melemah dan kemudian pecah sehingga darah mengumpul di daerah sekitar otak tersebut. Kira-kira 70% kasus haemorrhagic stroke ditemukan pada pasien hipertensi), serta gangguan pencernaan (seperti kembung dan kesulitan buang air besar), dan kerusakan gigi dan gusi. Fungsi serat makanan berbeda menurut tipe atau komponen serat. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa serat makanan yang kental (Viscous fibres) seperti guar gum, pectin dan psyllium dapat menurunkan glukosa darah postpandrial dan respons insulin lebih konsisten daripada serat makanan yang tidak kental (unviscous fibres).
Pengaruh serat makanan pada fungsi saluran pencernaan manusia antara lain:

1) berat dan komposisi feses: kedua jenis serat makanan (SDF dan IDF) dapat meningkatkan berat dan komposisi feses. IDF yang berbentuk seperti sponges mampu menyerap dan mengikat air sehingga dapat meningkatkan volume kandungan usus besar (feses), yang pada akhirnya meningkatkan pergerakan usus (bowel movement) dan menghasilkan feses yang lebih lembut;

2) struktur usus besar (rectum/kolon): serat makanan dapat merubah struktur usus besar (kolon). Pengujian pada tikus putih menunjukkan bahwa tikus putih yang mengkonsumsi serat memiliki berat mukosa usus (bagian proximal dan distal), DNA dan RNA yang lebih besar dibandingkan dengan yang tidak mengkonsumsi serat. Perubahan ini diakibatkan oleh fermentasi komponen polisakarida bukan pati (NSP) oleh bakteri usus besar dan kemungkinan lainnya adalah asam lemak rantai pendek akibat degradasi flora bakteri;

3) ekologi usus besar: komposisi serat makanan sangat mempengaruhi jumlah mikroflora usus besar. Lignin tidak dapat dicerna oleh usus besar. Sekitar 30-50% sellulosa dapat dicerna oleh mikro flora usus besar; 50-80% hemisellulosa; sedangkan pectin dan gum hampir dapat dicerna secara sempurna (90-100%) oleh flora usus besar. Fermentasi microbial usus besar ini terhadap serat makanan di dalam usus besar maupun sekum mempengaruhi jumlah asam lemak rantai pendek (asam asetat, propionat dan butirat dan mungkin juga iso-butirat dan iso-valerat) yang diproduksi dan diserap. Asam lemak rantai pendek ini berperan dalam mempengaruhi pergerakan air dan electrolit di dalam usus besar serta menyediakan energy dan menstimulasi proliferasi sel. Dari ketiga asam lemak rantai pendek utama, butirat merupakan sumber energy yang paling disukai bagi tubuh glukosa dan keton untuk colonocytes, untuk mengurangi proliferasi sel, dan menstimulasi pembelahan sel-sel termasuk sel-sel karsinoma kolon.

Sedangkan fungsi serat makanan dalam pencegahan dan pengobatan penyakit antara lain:

1) Penyakit jantung koroner (coronary heart disease, CHD): bukti ilmiah menunjukkan bahwa serat makanan mampu mencegah terjadinya penyakit jantung koroner. Serat makanan yang terdapat pada sayur-sayuran, buah-buahan dan serealia mampu menurunkan resiko fatal penyakit jantung koroner sebanyak 55%. Dari semua jenis serat yang disebutkan, serat yang berasal dari sereal-lah yang paling kuat melindungi tubuh melawan penyakit ini.

2) diabetes (meningkatnya kadar glukosa dalam darah): serat yang dapat larut akan mempertahankan kandungan insulin serum yang rendah dengan cara menunda penyerapan glucose.

3) hyperlipidemia (kelebihan lemak tubuh): mekanisme kerja serat dalam mencegah hyperlipidemia sebagai berikut: a) serat makanan yang dikonsumsi menurunkan daya cerna lemak atau sterol dalam saluran pencernaan, sehingga lemak yang tidak tercerna ini kemudian dikeluarkan melalui feses; b) serat makanan meningkatan produksi dan penyerapan asam lemak rantai pendek khususnya propionate (akibat fermentasi serat oleh mikro flora usus besar). Propionat berperan penting dalam menurunkan kadar kolesterol serum dan menghambat sintesa kolesterol; c) serat makanan yang kental (viscous) dan makanan yang tinggi serat akan memperlambat penyerapan glukosa, sehingga level insulin darah yang rendah akan tepat terjaga. Peningkatan kadar insulin berkaitan dengan penyakit jantung koroner; d) serat makanan akan memperlambat penyerapan nutrisi, dan dalam jangka waktu yang lama dapat merubah morfologi usus dan penyerapan lemak. Peningkatan jumlah dan tempat penyerapan lemak dapat merubah pola sekresi lipoprotein.

4) atherosclerosis (pengerasan pada arteri akibat penumpukan secara perlahan-lahan substansi lemak termasuk kolesterol pada dinding arteri): serat yang larut (SDF) seperti pectin dan guar gum yang terdapat dalam buah-buahan sangat membantu dalam mencegah timbulnya atherosclerosis melalui penurunan kolesterol tinggi dan trigliserida, yang pada akhirnya dapat mencegah terjadinya penyakit jantung dan stroke;

5) menurunkan kadar kolesterol darah: polisakarida viskos secara signifikan menurunkan total kandungan kolesterol darah sebanyak 10-20% (khususnya LDL), tepai tidak merubah konsentrasi kolesterol HDL atau triacylglycerol. SDF Soluble dietary fiber mengikat substansi lemak dan mencegah penyerapannya dalam usus, sehingga secara effektif dapat menurunkan kandungan kolesterol darah.

6) konstipasi (kesulitan buang air besar akibat feses yang terlalu kering, keras dan kecil): serat makanan yang tinggi mampu mencegah dan mengobati konstipasi apabila diiringi dengan peningkatan konsumsi air minum yang cukup setiap hari. Konsumsi banyak air setiap hari akan membantu kerja serat makanan dalam tubuh.

7) serat dapat mencegah terjadinya diverticulitis (pembengkakan dari diverticula yang terjadi secara abnormal pada dinding usus besar akibat infeksi bakteri) dan kanker rectum. Pada saat melewati kolon (usus besar), serat makanan yang tidak dapat larut (IDF) membantu membersihkan dinding interior usus. Aksi pembersihan dinding usus ini dapat mencegah kanker rectum dan diverticulitis. Diverticulitis ini mengakibatkan rasa sakit dan diare.

8) penyakit guzi dan gigi: Semua makanan termasuk makanan yang kaya akan serat dapat meningkatkan jumlah saliva. Telah diketahui bahwa saliva mengandung zat-zat kima yang bersifat buffer yang dapat menstabilisasi pH di atas 7 di dalam mulut. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa mengunyah serat makanan seperti seledri sesudah makan dapat membantu memperbaiki gigi-gigi yang kekurangan mineral dan juga mengeluarkan sisa-sisa makanan yang terperangkap dalam gigi serta menetralisir asam pada gigi. Selain seledri, mengunyah permen karet (gum) yang rendah gula juga dapat meningkatkan kesehatan gigi karena dengan mengunyah gum jumlah saliva akan meningkat sebanyak 130%. Saliva sangat kaya akan agen pelindung oesophagus termasuk factor pertumbuhan epidermal, protein, mucin, proteins and prostaglandin E2. Penelitian membuktikan bahwa mengunyah permen karet rendah gula (sugarless gum) sesudah makan dapat menetralisir asam pada tenggorokan dan menghilangkan gejala penyakit gastro-oesophageal reflux (GORD).

9) Irritable bowel syndrome (adalah gejala-gejala seperti kram dan sakit pada perut, kembung, konstipasi dan diare akibat kontraksi abnormal pada usus besar yang terjadi akibat kurang mengkonsumsi serat dan air minum serta mengkonsumsi lemak secara berlebihan). Menurut kalangan medis, ada dua jenis IBS yakni IBS konstipasi (tidak buang air besar selama 5-7 hari) dan IBS diare. Penyakit ini dapat diatasi dengan mengkonsumsi makanan yang kaya akan serat, mengkonsumsi cairan (air minum) dalam jumlah yang banyak dan mengurangi konsumsi makanan berlemak. Kalangan medis membedakan IBS atas dua tipe, IBS konstipasi (selama 5 - 7 hari tidak buang air besar) dan IBS diare (nyeri perut, kembung, meningkatnya frekuensi buang air namun fesenya disertai dengan lendir). Pada jenisIBS diare, motilitas peristaltik usus terjadi sangat cepat sehingga isi kotoran dari usus besar cepat dikeluarkan. Akibatnya, air dalam kotoran belum sempat diserap, sudah harus dikeluarkan diselingi dengan rasa mulas. Sedangkan pada IBS konstipasi, gerakan peristaltik usus berjalan lambat, sehingga kotoran tertinggal terlalu lama dalam usus. Penyerapan air pun terlalu lama sehingga fesespun mengeras. Penyakit ini dapat diatasi dengan mengkonsumsi makanan yang berserat tinggi disertai dengan konsumsi air minum yang banyak dan mengurangi konsumsi makanan berlemak.

Berdasarkan berbagai perjelasan di atas, maka untuk meningkatkan konsumsi makanan berserat dapat dilakukan dengan dua cara yakni: 1) dengan mengkonsumsi makanan-makanan yang kaya akan serat (lihat daftar makanan yang berserat tinggi pada table di atas); dan 2) dengan mengkonsumsi extrak serat atau supplemen yang kaya serat (dalam bentuk pil, tablet atau powder). Namun cara kedua ini kurang disarankan karena mengkonsumsi serat yang berasal dari makanan secara langsung adalah lebih baik daripada mengkonsumsi serat dalam bentuk makanan tambahan (supplemen). Serat dalam bentuk suplemen dapat menyebabkan konstipasi, khususnya apabila disertai dengan kurang mengkonsumsi air minum.

Stres pada anak: gejala, penyebab, dampak dan penanggulannya

Dalam pandangan global, dunia anak adalah dunia impian yang hanyalah dipenuhi dengan berbagai kesenangan, kebahagiaan dan ketenangan. Namun tahukah kita bahwa anak-anakpun dapat mengalami stres? Kenyataan membuktikan bahwa selain hal-hal yang menyenangkan, kehidupan anak-anak sekarang ini juga telah dipenuhi oleh pelbagai beban persoalan dan tekanan sama seperti yang dialami oleh orang dewasa pada umumnya. Permasalahan-permasalahan yang dialami anak bisa berasal dari lingkungan maupun dari dalam diri mereka sendiri dan apabila tidak teratasi atau terkontrol dengan baik akan berujung pada perubahan-perubahan fisik dan mental yang dapat membahayakan diri mereka sendiri. Kondisi-kondisi seperti inilah yang dikenal sebagai stres.

Dalam istilah medis, stres didefinisikan sebagai suatu rangsangan fisik dan psikologi yang menghasilkan reaksi mental dan fisiologi yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit. Sedangkan secara teknis, stres merupakan pengrusakan keseimbangan tubuh (homeostasis), yang dicetus oleh pengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan, baik yang nyata maupun yang tidak nyata. Untuk lebih mudah memahami stres yang terjadi pada anak maka sangatlah penting bagi orang dewasa untuk mengetahui dan memahami berbagai hal yang berkaitan dengan stres pada anak seperti tanda-tanda atau gejala, faktor penyebab, dampak, serta bagaimana strategi untuk mencegah dan menanggulangi stres pada anak.

Tanda dan gejala stres pada anak. Anak-anak yang sedang mengalami stress mungkin tidak tahu bahwa mereka sedang berada dalam kondisi stres, sehingga dibutuhkan peran orang tua untuk mengenali tanda-tanda stress pada anak. Pengenalan tanda-tanda stress pada anak secara dini oleh orang tua sangat membantu anak-anak untuk coping dengan situasi yang mereka alami. Namun, berbeda dengan orang dewasa, gejala stres pada anak sangatlah tidak mudah untuk dikenali.

Secara umum gejala atau tanda-tanda stres pada anak dapat dikelompokkan dalam beberapa katagori:

a) gejala fisik: seperti ngompol, sulit tidur, menurunnya napsu makan, gagap, sakit perut, sakit kepala, dan mimpi buruk,



b) gejala emosi: ditandai dengan rasa bosan, tidak adanya keinginan untuk berpartisipasi pada aktivistas di rumah maupun di sekolah, takut, marah, menangis, kebiasaan berbohong, mengasari teman, atau memberontak terhadap aturan-aturan, bereaksi secara berlebih-lebihan terhadap masalah-masalah yang kecil, dan perubahan drastis dalam penampilan akademik;



c) gejala kognitif: ditunjukkan melalui ketidakmampuan berkonsentrasi atau menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan sekolah, dan suka menyendiri dalam waktu yang lama;



d) gejala tingkah laku: ditunjukkan dengan ketidakmampuan mengontrol emosi, menunjukkan sikap brutal dan keras kepala, dan perubahan tingkah laku jangka pendek seperti temperamen yang berubah-ubah dan perubahan dalam pola tidur, munculnya kebiasaan-kebiasaan baru seperti mengisap jempol, memutar-mutar rambutnya, atau mencubit-cubit hidung।

Penyebab stres pada anak. Setelah mengetahui berbagai tanda atau gejala stres pada anak, tentu kita ingin mengetahui secara gamblang apa faktor penyebab stres pada anak. Pepatah mengatakan bahwa :“the sooner to know the causes, the better to cure the effects”. Pepatah ini merupakan motivasi yang sangat baik bagi orang tua untuk mengetahui faktor-faktor penyebab stress pada anak, sehingga mereka mampu mengambil tindakan pertolongan bagi anak-anak mereka agar coping dengan stress yang dihadapi serta mampu mencegah atau menghindari terjadinya stress pada anak.

Menurut Prof. Marian Marion dalam bukunya Guidance for young children, ada dua faktor utama penyebab stress (stressors) pada anak yakni faktor internal dan faktor eksternal। Yang termasuk dalam faktor internal antara lain rasa lapar, rasa sakit, sensitivitas terhadap bunyi/keributan, perubahan suhu, dan kondisi keramaian (kepadatan manusia). Sedangkan faktor eksternal meliputi perpisahan atau perceraian dalam keluarga, perubahan dalam komposisi keluarga, menghadapi pertengkaran dan konflik, menghadapi kejahatan, mengalami tindakan kekerasan dari sesama teman (bullying), kehilangan sesuatu yang berharga misalnya hewan kesayangan, diperhadapkan dengan tugas yang harus diselesaikan secara bertubi-tubi, terburu-buru (hurrying), dan kehidupan sehari-hari yang tidak teratur dengan baik. Dari semua faktor penyebab stress yang sudah disebutkan, menurut spesialis pengembangan manusia dari University of Illinois Cooperative Extension (Christine M. Todd), stress fisik (seperti rasa lapar, mengantuk atau mendapat peringatan akibat tingkah laku yang kurang baik) merupakan penyebab utama masalah tingkah laku pada anak.

Dampak stres pada anak. Stress dapat berdampak positif maupun negative dan dipengaruhi oleh umur dan tingkatan stres. Stress yang berdampak positif (misalnya mengikuti kejuaraan tertentu dan belajar mengendarai sepeda) merupakan bagian yang normal dari kehidupan anak setiap hari. Berkaitan dengan umur, semakin muda anak, semakin besar dampak yang ditimbulkan dari hal-hal baru, dan semakin kuat serta potensial pula stress negatif terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak negatif dari stress lebih banyak terjadi pada anak-anak yang berumur di bawah 10 tahun, yang memilki temperamen menurun seperti “sulit” atau “slow but warm-up”, dan yang dilahirkan prematur. Stress yang terjadi secara berkepanjangan (chronic stress) sangat membahayakan bagi kesehatan dan perkembangan mental anak, seperti menurunkan kekebalan tubuh (immune system) untuk melawan penyakit dan infeksi, merusak system pencernaan, menghambat pertumbuhan, merusak emosi, perkembangan fisik dan sel-sel otak anak.

Pencegahan dan penanggulangan stress pada anak. Untuk menolong anak-anak yang sedang menghadapi stress diperlukan strategi pengendalian yang tepat dari orang dewasa. Strategi pengendalian ini haruslah didasarkan pada tingkat perkembangan anak karena hal ini sangat berkaitan dengan kemampuan anak untuk mengerti dan memahami keadaan yang sedang mereka alami. Para pakar anak menyebutkan bahwa ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah serta mengurangi stres pada anak seperti:




1. Istirahat yang cukup dan nutrisi yang baik dapat menolong anak-anak dalam mengatasi stress.



2. Menyediakan waktu yang berkualitas dengan anak setiap hari. Biarkan anak mengutarakan masalah yang sedang dihadapi dan menuliskannya. Pada kesempatan ini anak diajak bermain bersama-sama atau berbicara dari hati ke hati tentang bebagai masalah yang dihadapi oleh mereka serta mencari jalan keluar bersama. Ajarkan anak untuk mentransfer strategi pengendalian stress kepada situasi yang lain. Dengan demikian mereka akan merasa bahwa mereka sangat berarti bagi orang tua mereka.



3. Sebelum anak menghadapi hal-hal baru dalam keluarga yang dapat menyebabkan stress (misalnya kelahiran anggota keluarga baru), maka perlu bantuan orang tua mempersiapkan anak dengan cara untuk memberikan pemahaman tentang hal-hal baru yang akan terjadi dalam keluarga. Hal ini akan menolong mengurangi beban stress anak. Namun, persiapan yang berlebih-lebihan juga dibuktikan dapat menyebabkan lebih banyak stress. Orang tua dapat menilai apakah pemahaman yang diberikan sudah cukup atau belum dengan cara memberikan kesempatan kepada anak untuk bertanya jika ia ingin mengetahui lebih banyak.



4. Menyediakan lingkungan yang mendukung bagi anak dimana mereka dapat bermain atau mengekpresikan bakat seni mereka.



5. Menolong anak-anak untuk mampu mengidentifikasi berbagai strategi penanggulangan stres (misalnya meminta pertolongan jika ada seseorang yang menggoda/mengganggu, mengatakan kepada mereka kalau kamu tidak menyukainya atau meninggalkan orang yang mengganggu)
Menolong anak-anak untuk mengenal, menamai, menerima dan mengekspresikan perasaan mereka secara tepat.



6. Mengajarkan kepada anak-anak teknik relaksasi (beristirahat). Berikan saran-saran seperti: “tarik napas yang dalam”, “berhitung mendur”, “tarik dan regangkan otot-ototmu”, “bermain dengan adonan tanah liat”, “berdansa” atau “membayangkan tempat-tempat yang disukai untuk dikunjungi dan menghayal mengunjungi tempat-tempat tersebut”).



7. Latihan menggunakan berbicara pada diri sendiri (self-talk skills) seperti “saya akan mencoba”, saya piker saya mampu melakukannya”, ini akan menolong anak dalam mengendalikan stress mereka.
Beberapa strategi dasar meliputi penerapan strategi disiplin positif, mengikuti rutinitas secara konsisten, dan meningkatkan kerja sama.

8. Jangan membebani anak dengan masalah yang sedang dihadapi orang tua. Tetapi katakanlah kepada mereka tujuan hidup keluarga dan diskusikan kesulitan-kesulitan yang dihadapi dengan sikap yang menyenangkan.

9. Berilah pujian pada anak ketika mereka melakukan hal-hal yang baik dan jangan lupa untuk memberikan pelukan dan ciuman.

10. Gunakanlah humor sebagai buffer terhadap perasaan-perasaan dan situasi yang kurang baik. Anak yang mempelajari humor akan lebih baik untuk menjaga segala sesuatu dalam persepsi.

11. Jangan memberikan beban yang berlebihan kepada anak dengan aktivitas dan tanggung jawab diluar sekolah. Biarkan anak-anak untuk belajar mengatur waktu mereka dengan baik. Jangan meminta mereka untuk selalu menjadi nomor satu dalam segala hal.

12. Berikanlah contoh dan teladan yang baik kepada mereka sehingga mereka akan meniru tingkah laku orang tuanya. Tunjukkan kepada mereka keahlian untuk mengontrol pengendalian diri dan keahlian untuk mengendalikan stress. Dengan melihat hal ini akan memberikan keuntungan bagi mereka karena nantinya mereka akan mampu mengendalikan stress mereka secara baik.

13. Carilah teman atau para profesional untuk menolong anda apabila masalah yang dihadapi terlalu berat untuk ditangani sendiri.

Kesimpulannya, pengetahuan dan pemahaman yang benar tentang hal-hal yang berkaitan dengan stres pada anak seperti tanda-tanda atau gejala stress, faktor penyebab, berbagai dampak yang ditimbulkan dan berbagai metode pengandaliannya merupakan informasi yang sangat bermanfaat bagi orang tua dalam menerapkan strategi yang tepat untuk mencegah dan mengurangi stress yang terjadi pada anak.

Written by: Catootjie (Penulis adalah staf pengajar pada Politeknik Pertanian Negeri Kupang dan sedang melanjutkan pendidikan doctoral (S3) pada IFNHH-Massey University, di New Zealand)

Wednesday, December 26, 2007

Talking about New Zealand (cerita tentang Selandia Baru)


New Zealand adalah sebuah negera kecil, yang letaknya sangat dekat dengan Australia, dengan jumlah penduduk sekitar 4 juta jiwa. Namun negara ini termasuk dalam kelompok negara yang sudah maju. Perdana Menteri NZ saat ini (2007) adalah Hellen Clark (dari Partai Liberal). Kota-kota utama di NZ adalah Auckland, Hamilton, Rotorua, Palmerston North, Wellngton, Dunedin, Christchurch and Queenstown.

Kesan pertama kali menginjakan kaki di Palmerston North-New Zealand pada bulan February 2005 adalah "dingin.......". Negara ini memang dikenal sangat dingin karena dekat dengan kutub selatan. Selain itu anginnya yang kencang membuat kita kedinginan walaupun matahari terlihat bercahaya terang. Namun demikian, tempat ini membuat hidup saya terasa lebih bermakna.

Saya berada di Palmerston North dengan tujuan utama melanjutkan pendidikan doktor (S3) di bidang "Nutritional Science" (Massey University). Penelitian demi penelitian dan conference demi conferece telah saya jalani. Sebentar lagi selesai dan kembali ke tanah air tercinta-Indonesia. Selama berada di tempat ini banyak sekali pengalaman-pengalaman menarik yang saya dapatkan, antara lain:

1. bersosialisasi dengan komunitas "Kiwi" (atau New Zealand). Umumnya mereka sanngat "care" dengan International People. Keramahan dan kebaikannya membuat kita tidak merasa kesepian berada di negara ini.

2. mempelajari budaya masyarakat "Maori" (original tribe in NZ). Dua hal yang sangat dikenal dengan budaya Maori adalah "Hangi dan Hongi". Hangi adalah tradisi memasak ala Maori dimana makanan (daging dan sayur-sayuran atau umbi-umbian) dimasak di dalam sebuah lubang di dalam tanah. Tradisi ini hampir sama dengan tradisi masyarakat Papua di Indonesia. Sedangkan Hongi adalah budaya mencium dimana hidung dan kening saling bersentuhan pada waktu yang sama. Budaya ini hampir serupa dengan budaya masyarakat Sawu (Sabu) di propinsi Nusa Tenggara Timur.

3. mengenal makanan masyarakat "Pakeha". Di NZ dikenal dua macam iwi (suku) yakni "Pakeha" dan "Maori". Pakeha adalah warga NZ berkulit putih yang nenek moyangnya berasal dari Inggris yang telah lama mendiami NZ sedangkan Maori adalah penduduk asli NZ sebelum kedatangan orang-orang kulit putih. Seperti kebanyakan warga Eropa, penduduk Pakeha mengkonsumsi burger, sandwich, salad dan roti sebagai menu mereka sehari hari. Selain itu mereka mengkonsumsi pasta, dan berbagai makanan international lainnya.

4. menjalin persahabatan dengan mahasiswa dan masyarakat dari berbagai negara. Hal lain yang menarik selama tinggal di NZ adalah bertemu denganmasyarakat dari berbagai suku bangsa seperti dari Thailand, Taiwan, Singapura, England, Africa (Mozambie, South Africa, dll) , India, Sri Lanka, Pasific Island (Kiribas, Tonga, Vanuatu, Fiji), Australia, Malaysia, China, Hongkong, Japan, Switzerland, Arabic Countries, Jourdan, Iran, Iraq, Mauritius, Norway, France, Germany, Amerika, dan negara lainnya.

5. mengenal aksen bahasa Inggris NZ. Aksen bahasa Inggris orang NZ berbeda dengan Inggris Australia, Inggris-Inggris, maupun Inggris-Amerika. Pada awalnya saya kurang memperhatikan tetapi lama-kelamaan akhirnya mengetahui bahwa cara mereka berbicara berbeda sama sekali. Sekarang ini saya sudah mampu membedakan aksen inggris dari masing-masing negara. Unik....tapi menarik.

6. mengenal "day light saving". Day light saving" ini tidak berlangsung sepanjang tahun. Biasanya dimulai sesudah "winter season" (sekitar bulan Oktober) dan akan berakhir kira-kira pada bulan April berikutnya. Pada bulan-bulan ini matahari akan terbenam sekitar pukul 8.30 malam, sehingga kita tidak perlu menyalakan lampu listrik sebelum pukul 8, yang artinya menghemat listrik.

7. melihat kincir angin. Karena NZ memiliki angin yang bertiup sangat kencang, maka negara ini membangun Pusat Listrik Tenaga Angin. Hal ini sangat menarik karena belum pernah saya jumpai di Indonesia. Mungkin Indonesia bisa meniru NZ, namun pembangkit listriknya bukan tenanga angin melainkan tenaga geothermal atau tenaga air karena Indonesia dikelilingi oleh banyak gunung berapi dan lautan.


I think I will continue next time.....................keep in touch with me and enjoy new story in the next articles. Bye for now..............................Catootjie