Dalam istilah medis, stres didefinisikan sebagai suatu rangsangan fisik dan psikologi yang menghasilkan reaksi mental dan fisiologi yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit. Sedangkan secara teknis, stres merupakan pengrusakan keseimbangan tubuh (homeostasis), yang dicetus oleh pengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan, baik yang nyata maupun yang tidak nyata. Untuk lebih mudah memahami stres yang terjadi pada anak maka sangatlah penting bagi orang dewasa untuk mengetahui dan memahami berbagai hal yang berkaitan dengan stres pada anak seperti tanda-tanda atau gejala, faktor penyebab, dampak, serta bagaimana strategi untuk mencegah dan menanggulangi stres pada anak.
Tanda dan gejala stres pada anak. Anak-anak yang sedang mengalami stress mungkin tidak tahu bahwa mereka sedang berada dalam kondisi stres, sehingga dibutuhkan peran orang tua untuk mengenali tanda-tanda stress pada anak. Pengenalan tanda-tanda stress pada anak secara dini oleh orang tua sangat membantu anak-anak untuk coping dengan situasi yang mereka alami. Namun, berbeda dengan orang dewasa, gejala stres pada anak sangatlah tidak mudah untuk dikenali.
Secara umum gejala atau tanda-tanda stres pada anak dapat dikelompokkan dalam beberapa katagori:
Menurut Prof. Marian Marion dalam bukunya Guidance for young children, ada dua faktor utama penyebab stress (stressors) pada anak yakni faktor internal dan faktor eksternal। Yang termasuk dalam faktor internal antara lain rasa lapar, rasa sakit, sensitivitas terhadap bunyi/keributan, perubahan suhu, dan kondisi keramaian (kepadatan manusia). Sedangkan faktor eksternal meliputi perpisahan atau perceraian dalam keluarga, perubahan dalam komposisi keluarga, menghadapi pertengkaran dan konflik, menghadapi kejahatan, mengalami tindakan kekerasan dari sesama teman (bullying), kehilangan sesuatu yang berharga misalnya hewan kesayangan, diperhadapkan dengan tugas yang harus diselesaikan secara bertubi-tubi, terburu-buru (hurrying), dan kehidupan sehari-hari yang tidak teratur dengan baik. Dari semua faktor penyebab stress yang sudah disebutkan, menurut spesialis pengembangan manusia dari University of Illinois Cooperative Extension (Christine M. Todd), stress fisik (seperti rasa lapar, mengantuk atau mendapat peringatan akibat tingkah laku yang kurang baik) merupakan penyebab utama masalah tingkah laku pada anak.
1. Istirahat yang cukup dan nutrisi yang baik dapat menolong anak-anak dalam mengatasi stress.
2. Menyediakan waktu yang berkualitas dengan anak setiap hari. Biarkan anak mengutarakan masalah yang sedang dihadapi dan menuliskannya. Pada kesempatan ini anak diajak bermain bersama-sama atau berbicara dari hati ke hati tentang bebagai masalah yang dihadapi oleh mereka serta mencari jalan keluar bersama. Ajarkan anak untuk mentransfer strategi pengendalian stress kepada situasi yang lain. Dengan demikian mereka akan merasa bahwa mereka sangat berarti bagi orang tua mereka.
3. Sebelum anak menghadapi hal-hal baru dalam keluarga yang dapat menyebabkan stress (misalnya kelahiran anggota keluarga baru), maka perlu bantuan orang tua mempersiapkan anak dengan cara untuk memberikan pemahaman tentang hal-hal baru yang akan terjadi dalam keluarga. Hal ini akan menolong mengurangi beban stress anak. Namun, persiapan yang berlebih-lebihan juga dibuktikan dapat menyebabkan lebih banyak stress. Orang tua dapat menilai apakah pemahaman yang diberikan sudah cukup atau belum dengan cara memberikan kesempatan kepada anak untuk bertanya jika ia ingin mengetahui lebih banyak.
4. Menyediakan lingkungan yang mendukung bagi anak dimana mereka dapat bermain atau mengekpresikan bakat seni mereka.
5. Menolong anak-anak untuk mampu mengidentifikasi berbagai strategi penanggulangan stres (misalnya meminta pertolongan jika ada seseorang yang menggoda/mengganggu, mengatakan kepada mereka kalau kamu tidak menyukainya atau meninggalkan orang yang mengganggu)
Menolong anak-anak untuk mengenal, menamai, menerima dan mengekspresikan perasaan mereka secara tepat.
6. Mengajarkan kepada anak-anak teknik relaksasi (beristirahat). Berikan saran-saran seperti: “tarik napas yang dalam”, “berhitung mendur”, “tarik dan regangkan otot-ototmu”, “bermain dengan adonan tanah liat”, “berdansa” atau “membayangkan tempat-tempat yang disukai untuk dikunjungi dan menghayal mengunjungi tempat-tempat tersebut”).
7. Latihan menggunakan berbicara pada diri sendiri (self-talk skills) seperti “saya akan mencoba”, saya piker saya mampu melakukannya”, ini akan menolong anak dalam mengendalikan stress mereka.
Beberapa strategi dasar meliputi penerapan strategi disiplin positif, mengikuti rutinitas secara konsisten, dan meningkatkan kerja sama.
8. Jangan membebani anak dengan masalah yang sedang dihadapi orang tua. Tetapi katakanlah kepada mereka tujuan hidup keluarga dan diskusikan kesulitan-kesulitan yang dihadapi dengan sikap yang menyenangkan.
9. Berilah pujian pada anak ketika mereka melakukan hal-hal yang baik dan jangan lupa untuk memberikan pelukan dan ciuman.
10. Gunakanlah humor sebagai buffer terhadap perasaan-perasaan dan situasi yang kurang baik. Anak yang mempelajari humor akan lebih baik untuk menjaga segala sesuatu dalam persepsi.
11. Jangan memberikan beban yang berlebihan kepada anak dengan aktivitas dan tanggung jawab diluar sekolah. Biarkan anak-anak untuk belajar mengatur waktu mereka dengan baik. Jangan meminta mereka untuk selalu menjadi nomor satu dalam segala hal.
12. Berikanlah contoh dan teladan yang baik kepada mereka sehingga mereka akan meniru tingkah laku orang tuanya. Tunjukkan kepada mereka keahlian untuk mengontrol pengendalian diri dan keahlian untuk mengendalikan stress. Dengan melihat hal ini akan memberikan keuntungan bagi mereka karena nantinya mereka akan mampu mengendalikan stress mereka secara baik.
13. Carilah teman atau para profesional untuk menolong anda apabila masalah yang dihadapi terlalu berat untuk ditangani sendiri.
Kesimpulannya, pengetahuan dan pemahaman yang benar tentang hal-hal yang berkaitan dengan stres pada anak seperti tanda-tanda atau gejala stress, faktor penyebab, berbagai dampak yang ditimbulkan dan berbagai metode pengandaliannya merupakan informasi yang sangat bermanfaat bagi orang tua dalam menerapkan strategi yang tepat untuk mencegah dan mengurangi stress yang terjadi pada anak.
Written by: Catootjie (Penulis adalah staf pengajar pada Politeknik Pertanian Negeri Kupang dan sedang melanjutkan pendidikan doctoral (S3) pada IFNHH-Massey University, di New Zealand)
5 comments:
Argument dari banyak ilmuwan tentang stress anak dan pertumbuhannya secara umum jelas dan akurat dalam artikel ini. Tapi barangkali juga dari setiap pengalaman orang yang juga dapat dibenarkan. Apakah genetik mempengaruhi? atau ada kelainan/mentality sejak lahir?
Apakah ada motivasi lain dalam penanggulangan stress? meditasi? atau religius way? phisiology treatment? atau kelompok khusus bagi anak-anak stress dimana orang tua pun turut membagi problema bersama? Tapi kembali pada situasi setiap keadaan anak dengan memberi pertolongan yang sesuai kebutuhannya. Saya pikir kembali kepada kita menjawab persoalannya. Tati
nice post...
minta ijin nge-link kesini ya bu... thx :)
bagus sekali bu , mohon ijin untuk mengambil sebagian daritulisan anda untuk saya masukkan dalam reverensi saya menulis di majalah saya ttg stres pad anak. Nama ibu tetap akan saya cantumkan . Terima kasih bu.
Hai..blognya keren lho...saya udah baca beberapa konten...
salam kenal..nama saya Kak Zepe.
Saya juga punya sebuah blog yang membahasa segala sesuatu tentang dunia anak.
Khususnya tentang lagu anak-anal..
Kalau mau tahu lebih lengkap, silakan bergabung di blog saya.
Ada di
http://lagu2anak.blogspot.com
Sekalian ikut serta dalam mengembangkan lagu anak di tanah air yang kian merosot…
Mohon dukungannya untuk mensukseskan gerakan ini.
Salam cinta lagu2anak…
Buat Anastasi: Silakan saja dan terima kasih sudah menjadikan artikel saya sebagai referensi.
Buat Kak Zepe: Salam kenal juga.
Buat Pratanti: silakan link ke sini. No problem.
Post a Comment